Blog

Port Wine: Anggur Terfortifikasi Legendaris dari Portugal

bartender-making-delicious-refreshing-cocktail_23-2149093595

Port Wine: Anggur Terfortifikasi Legendaris dari Portugal

Gambar tersebut menampilkan segelas penuh minuman berwarna ambar kemerahan yang kaya, disajikan dalam gelas snifter khas di atas meja kayu. Berdasarkan bentuk gelas dan warnanya yang pekat, kemungkinan besar minuman tersebut adalah Port wine atau sejenis brendi yang sudah tua. Port wine, yang dalam bahasa Portugis dikenal sebagai vinho do Porto, adalah anggur terfortifikasi manis legendaris dari Lembah Douro di utara Portugal.

Sejarah Panjang di Balik Yubileum Perak dan Perdagangan

Sejarah Port wine berawal dari abad ke-17. Minuman ini diciptakan karena kebutuhan, ketika para pedagang Inggris dan Portugis menambahkan spirit anggur suling (mirip brendi) ke dalam anggur untuk mengawetkannya selama perjalanan laut yang panjang ke Inggris. Proses fortifikasi ini menghentikan fermentasi lebih awal, menghasilkan minuman dengan kandungan gula sisa yang tinggi, rasa yang lebih kaya, dan kadar alkohol yang lebih tinggi dibandingkan anggur biasa, biasanya sekitar 19% hingga 20% ABV. Popularitasnya di Inggris melonjak setelah Perjanjian Methuen tahun 1703, yang memberikan tarif bea masuk rendah, sementara perang menghalangi impor anggur Prancis.

Menariknya, meskipun konteks gambar ini lebih fokus pada minuman itu sendiri, suvenir seperti gelas ini diproduksi untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah Inggris, seperti Yubileum Perak Raja George V pada tahun 1935, yang merupakan yubileum perak pertama bagi seorang raja Inggris.

Beragam Gaya dan Karakteristik

Port wine hadir dalam berbagai gaya berbeda, yang secara luas dibagi menjadi dua kategori utama: anggur yang dimatangkan dalam botol kaca tertutup (mengalami penuaan reduktif tanpa paparan udara) dan anggur yang dimatangkan dalam tong kayu (mengalami penuaan oksidatif dengan paparan oksigen ringan).

  • Ruby Port: Jenis yang paling umum, disimpan dalam tangki beton atau stainless steel untuk mempertahankan warna merah cerah dan rasa buah-buahan yang kuat. Umumnya dinikmati saat muda dan tidak banyak berkembang di dalam botol.
  • Tawny Port: Dimatangkan dalam tong kayu, warnanya berubah menjadi cokelat keemasan karena oksidasi. Ini menghasilkan rasa “kacang-kacangan” dan karamel yang khas, dan sering disajikan sebagai anggur pencuci mulut.
  • Vintage Port: Dibuat dari anggur hasil panen tahun yang dinyatakan luar biasa baik, dimatangkan hanya dalam waktu singkat di tong sebelum dibotolkan, dan membutuhkan penuaan botol yang panjang (10-40 tahun) untuk mencapai potensi penuhnya.
  • White Port & Rosé Port: Varietas yang kurang umum, dibuat dari anggur putih atau melalui maserasi ringan, yang dapat dinikmati sebagai minuman beraroma segar.

Penyajian dan Pengalaman Menikmati

Port wine secara tradisional disajikan dalam gelas snifter atau gelas anggur berbentuk tulip yang lebih kecil, yang dirancang untuk memerangkap aroma kompleks dan memungkinkan peminumnya menghangatkan minuman 88loungebar.com dengan tangan. Minuman ini kaya, manis, dan kental, idealnya dinikmati setelah makan sebagai anggur pencuci mulut, sering kali dipadukan dengan keju, kacang-kacangan, atau cokelat. Ada tradisi di Inggris untuk mengoper botol Port ke kiri di meja makan, yang menambahkan sentuhan ritual pada pengalaman menikmatinya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

nagatop slot

kingbet188

slot777 gacor

nagatop

sukawin88

Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping
0