Yusheng: Ritual Keberuntungan dalam Simfoni Warna dan Rasa
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di tahun 2025, tidak ada hidangan yang mampu menandingi kemeriahan dan makna simbolis dari Yusheng. Hidangan yang dikenal sebagai “Salad Ikan Mentah” ini bukan sekadar pembuka selera, melainkan sebuah ritual sosial yang melambangkan doa, harapan, dan persatuan keluarga. Populer di Singapura, Malaysia, dan Indonesia, Yusheng telah berevolusi menjadi tradisi wajib yang menandai dimulainya tahun yang baru dengan penuh semangat.
Simbolisme dalam Setiap Bahan
Nama Yusheng (鱼生) secara harfiah berarti “ikan mentah”, namun pelafalannya dalam bahasa Mandarin serupa dengan kata yang bermakna “peningkatan kelimpahan”. Setiap komponen di dalam piring memiliki arti filosofis yang mendalam. Ikan salmon mentah melambangkan kelimpahan sepanjang tahun; jeruk bali atau lemon melambangkan keberuntungan besar; wortel untuk keberuntungan yang mendekat; lobak hijau untuk awet muda; dan lobak putih untuk kemakmuran dalam bisnis.
Selain sayuran, bahan pelengkap seperti kerupuk berbentuk bantal emas melambangkan lantai yang penuh dengan emas, sementara siraman saus plum manis memberikan makna kehidupan yang manis dan harmonis. Taburan kacang tanah dan biji wijen melambangkan rumah yang dipenuhi harta karun dan kesuksesan usaha.
Ritual Lo Hei: Mengangkat Harapan setinggi Mungkin
Keunikan utama Yusheng terletak pada cara menikmatinya, yang dikenal dengan sebutan Lo Hei. Seluruh anggota keluarga atau rekan bisnis akan berdiri mengelilingi meja, lalu bersama-sama mengangkat bahan-bahan salad menggunakan sumpit setinggi mungkin sambil menyerukan doa-doa keberuntungan (auspicious sayings).
Dipercaya bahwa semakin tinggi adonan diaduk dan diangkat, semakin besar pula keberuntungan yang akan didapat di tahun mendatang. Ritual ini menciptakan suasana yang penuh tawa, keriuhan, dan energi positif, menjadikannya momen puncak dalam jamuan makan malam Imlek.
Inovasi Kuliner di Tahun 2025
Memasuki tahun 2025, Yusheng terus mengalami inovasi tanpa meninggalkan akar tradisinya. Restoran-restoran mewah kini menghadirkan variasi bahan premium seperti irisan abalon, truffle, hingga penggunaan buah-buahan eksotis untuk menggantikan sayuran tradisional. Selain itu, seiring dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat, banyak versi Yusheng yang kini menggunakan bahan organik dan saus rendah gula, memastikan tradisi ini tetap relevan bagi generasi muda yang sadar kesehatan.
Kesimpulan
Yusheng adalah perpaduan sempurna antara rasa, warna, dan makna. Ia mengajarkan kita bahwa keberuntungan bukan sekadar nasib, melainkan sesuatu yang harus dirayakan dan “diangkat” bersama orang-orang mitch meats terdekat. Melalui semangkuk salad yang penuh warna ini, kita diingatkan untuk selalu optimis menyambut masa depan. Bagi masyarakat Tionghoa, tidak ada cara yang lebih baik untuk mengawali tahun 2025 selain dengan kebersamaan di sekitar piring Yusheng, mendoakan kemakmuran bagi satu sama lain.
